Penyesuaian Desain Bangunan Sesuai Ketentuan PBG

Penyesuaian Desain Bangunan Sesuai Ketentuan PBG

Penyesuaian Desain Bangunan Sesuai Ketentuan PBG

Sejak diberlakukannya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagai pengganti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), seluruh proses perencanaan dan pembangunan gedung harus disesuaikan dengan ketentuan teknis yang berlaku. Salah satu aspek penting dalam proses ini adalah penyesuaian desain bangunan agar sesuai dengan persyaratan PBG.

Desain bangunan tidak lagi sekadar estetika atau kenyamanan pengguna. Di bawah sistem PBG, desain juga harus memenuhi regulasi teknis, kesesuaian fungsi, keselamatan struktur, serta kepatuhan terhadap rencana tata ruang.

Apa yang Dimaksud Penyesuaian Desain dalam PBG?

Penyesuaian desain adalah proses mengadaptasi rencana bangunan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam perundangan yang berlaku, khususnya:

  • Peraturan Pemerintah (PP) No. 16 Tahun 2021

  • Peraturan Daerah/Kota terkait Tata Ruang

  • Standar Teknis Bangunan Gedung

  • Persyaratan Aksesibilitas, Keselamatan, dan Kesehatan

Aspek Desain yang Harus Disesuaikan

  1. Kesesuaian Tata Ruang (KKPR)
    Lokasi dan fungsi bangunan harus sesuai dengan zonasi peruntukan. Misalnya, bangunan komersial tidak diperbolehkan berdiri di zona permukiman.

  2. Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
    Desain harus memperhatikan luas tapak yang diizinkan untuk dibangun dan jumlah lantai maksimal.

  3. Tinggi Bangunan dan Jarak Bebas
    Terdapat batasan ketinggian dan jarak antar bangunan (GSP, GSJ, dan GSB) yang harus dipatuhi.

  4. Sirkulasi dan Ventilasi Udara
    Bangunan harus dirancang agar memiliki pencahayaan dan penghawaan alami yang cukup.

  5. Aksesibilitas Difabel
    Bangunan publik wajib memiliki fasilitas aksesibilitas seperti ramp, toilet khusus, dan lift yang ramah disabilitas.

  6. Sistem Proteksi Kebakaran
    Harus terdapat jalur evakuasi, alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, dan sistem deteksi kebakaran.

Peran Konsultan dan Arsitek

Arsitek atau konsultan perencana memiliki peran penting dalam menerjemahkan ketentuan PBG ke dalam gambar kerja dan dokumen teknis. Mereka juga bertugas memastikan bahwa:

  • Rencana desain tidak melanggar peraturan zonasi

  • Sistem struktur bangunan sesuai standar

  • Semua elemen bangunan memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan

Apa yang Terjadi Jika Desain Tidak Sesuai?

Jika desain yang diajukan tidak sesuai ketentuan PBG, permohonan bisa ditolak atau diminta untuk direvisi. Hal ini menyebabkan:

  • Penundaan waktu pembangunan

  • Tambahan biaya desain ulang

  • Potensi denda atau pembongkaran bila tetap dibangun tanpa persetujuan

Kesimpulan

Penyesuaian desain bangunan sesuai ketentuan PBG merupakan langkah penting untuk memastikan bangunan yang direncanakan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga aman, fungsional, dan legal secara administratif. Dengan mengikuti standar teknis dan peraturan zonasi, pemilik bangunan dapat menghindari penolakan perizinan, denda, bahkan pembongkaran. Oleh karena itu, keterlibatan arsitek, konsultan teknis, serta pemahaman terhadap regulasi menjadi faktor kunci dalam menghasilkan desain yang sesuai dan mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung secara efisien.

DNA MITRA TEKNIK

Tags:

No responses yet

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *